Hujan , Kopi dan Buku

Rain, coffee and book, perpaduan paling manis yang pernah ada. hahaha.
Kembali lagi itu menurutku.
“aku suka hujan tapi aku benci hujan”ketika mereka menanyakan tentang hujan, karena suka dan benci mempunyai garis yang sangat tipis.
Hujan selalu menghadirkan kenangan yang sebenarnya selalu ingin aku lupakan tapi hujan juga bisa melunturkan segala keluh kesahku membuatku menjadi segar kembali. Titik air yang jatuh selalu membuatku ingin berjalan kesana dan menangkapnya dengan tubuhku.

Hujan
“Kok  bisa san ?”
Aku hanya menjawabnya dengan tersenyum , aku tak pernah bisa menceritakan apapun kepada mereka yang ada di sekitarku dan aku memilih untuk memberikan senyuman sebagai jawaban. Tidak sering kepalaku menjadi sasaran ketika aku menjawab seperti itu.
” sudahlah tidak perlu kalian tau” jawabku diplomasi yang malah menjadikan mereka beringas terhadapku, aku hanya tertawa.
” karena kalian disini cukup untuk mengobatiku sedikit demi sedikit, kuharap kalian tetap disini” batinku.
Mereka adalah teman-temanku, teman yang bisa membuatku melupakan sejenak apa yang ada di pikiranku. Dan aku bersyukur memiliki mereka.
Meskipun aku sudah mengenal mereka lama tapi aku masih belum ada keinginan untuk menceritakan setiap detail kehidupanku, karena dengan keluargakupun aku tidak punya keinginan untuk bercerita tapi aku tau kadang mereka tau apa yang ada di kehidupanku.
Terkadang aku ingin mempunyai 1 lagi, hanya 1 orang yang bisa aku percaya untuk menjaga semua ceritaku, mengapa aku bilang 1 lagi, karena dulu aku pernah punya.
” ah sudahlah ”
ku kembalikan diriku bersama mereka dan kembali tertawa sambil menikmati kopi yang sudah di pesan.
” udah guys aku pulang dulu ya ”
” heh masih sore nii ”
” jam 10 woooy, entar di cariin papa tercintaa”
kembali kepalaku kena jitak. Sambil melambaikan tangan aku berpamitan dengan mereka.
Dan aku kembali ke kehidupanku. Aku tidak pernah menyesal dengan apa yang ku alami, tetapi munafik kalau aku bilang tidak pernah, karena ada saatnya aku menyesal di beberapa titik kehidupanku.
Kembali ku hembuskan nafas panjangku.

85559-fakta-hujan-7
Tapi meskipun begitu , aku tidak berpikir untuk menyesali perkenalanku dengan hujan karena hujan pernah menguatkanku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s